Wednesday, January 31, 2018

Polisi Periksa Ibu yang Menjadi Otak Penyelundupan 1,3 Ton Ganja

VIPBANDARQ

Jakarta Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mengamankan ibu Lutfi alias Patrik, pengendali penyelundupan 1,3 ton ganja yang masih buron.
"Kami minta keterangan," kata Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Suhermanto, di Jakarta, seperti dilansir dari AntaraNews, Jumat (5/1/2018).
Polisi, menurut Suhermanto, tengah mendalami komunikasi ibu Patrik dengan istri Patrik, yang sedang diselidiki perannya dalam pengiriman 1,3 ton ganja dari Aceh menuju Jakarta.

Polisi juga telah menggeledah rumah kontrakan Patrik di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, dan mengamankan barang bukti seperti komputer jinjing, buku tabungan, telepon selular dan sisa ganja. Namun polisi tidak menemukan Patrik di lokasi.
Polisi sudah menangkap Franky Alexandro, Yohanes Christian Natal alias Ambon (kernet) dan Ade Susilo alias Chemonk (kernet) saat mengangkut 1,3 ton ganja menggunakan mobil boks nomor polisi B-9337-TCD di depan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung, Minggu (31/12/2017). 

Berdasarkan keterangan Franky, pengiriman ganja tersebut dikendalikan oleh tersangka Rocky dan Rizky, yang ditangkap petugas di Cikarang Bekasi, Jawa Barat dan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi juga menangkap Gandawan alias Anto di Tebet Jakarta Selatan karena menduga dia terlibat dalam pemesanan ganja itu.
Saat ini, polisi juga masih memburu IR yang diduga berada di Aceh. Dia diduga berperan pemasok bersama MUN alias Komandan dan IM.
Polisi menduga jaringan narkoba antarprovinsi itu pernah mengirimkan 500 kilogram dan 950 kilogram ganja dan puluhan kilogram shabu-shabu yang disimpan di balik pintu mobil.


VIPBANDARQ




Pakai Ganja, 2 Polisi Kanada Berhalusinasi dan Jotos Rekan

VIPBANDARQ

Toronto - Dua orang polisi asal Toronto, Kanada diskors setelah kedapatan mengonsumsi ganja saat bertugas. Juru bicara Kepolisian Toronto, Mark Pugash mengonfirmasi kebenaran hal itu.
Dikutip dari laman Toronto.ctvnews.ca, Rabu (31/1/2018), kebenaran informasi itu didapatkan setelah dua pelaku diperiksa oleh Komite Standar Profesional yang bertanggung jawab untuk menilai profesionalisme anggota polisi, termasuk dalam urusan pelanggaran ganja.
Pada mulanya, dua anggota polisi itu diberi mandat untuk mengawasi sebuah kapal di dekat Vaughan Road pada Minggu, 28 Januari 2018, dini hari.
Setelah mengonsumsi barang haram tersebut, kedua polisi itu langsung bertingkah aneh dan berhalusinasi. Maka dari itu, keduanya langsung diamankan.

Petugas yang mengonsumsi ganja itu diidentifikasi sebagai Vito Dominelli dan Jamie Young. Kini keduanya tak dapat melanjutkan pekerjaan untuk sementara waktu hingga masa hukuman selesai.
Dominelli dikenal sebagai sosok yang aktif di media sosial. Ia sering mengunggah foto-foto dirinya yang padat aktivitas. Namun, setelah terlibat dalam kasus ini ia menghapus semua unggahan di media sosialnya.
Dalam proses penahanan, keduanya sempat adu jotos dengan petugas lain. Untuk melumpuhkan dua pelaku yang sedang berhalusinasi, seorang petugas harus rela memukul kepala pelaku.
Salah satu di antara mereka sempat mengalami luka namun kondisinya mulai membaik. Kanada sendiri adalah negara yang melarang penggunaan narkotika termasuk ganja.

Pada tahun 2016, Pengadilan Finlandia mengganjar hukuman penjara 10 tahun bagi bekas kepala anti-narkotik Helsinki. Ia didakwa karena telah membantu penyelundupan obat-obatan dan kejahatan lainnya.
Jari Aarnio diputuskan bersalah karena telah membantu jaringan kartel narkoba untuk mengimpor ganja sebesar 800 kilogram dari Belanda untuk dijual di Findlandia selama tahun 2011 hingga 2012.
Arnio yang berusia 59 tahun, dihukum atas lima kesalahan terkait kejahatan obat-obatan dan 17 pelanggaran lainnya, termasuk mencoba membuat jebakan kepada seorang pria tak bersalah yang dituduh sebagai jaringan narkoba. Demikian dikutip dari BBC.

Tak hanya Aarnio, seorang anggota polisi senior dan penjahat kriminal juga diganjar penjara 10 tahun.
Aarnio telah berkarier di satuan anti-narkoba selama 30 tahun dan ditahan pada tahun 2013.
Ia menolak semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ia mengklaim tindakannya legal dan di bawah kebijakan yang sudah disetujui.
Tim pengacaranya mengatakan Aarnio akan mbanding di pengadilan distrik.

Dalam kasus yang berbeda pada September lalu, Aarnio juga diganjar 3 tahun penjara atas tuduhan penipuan.
Tindak kriminal sangat rendah di Finlandia jika dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya. Kasus ini cukup mengejutkan negara itu, terlebih karena melibatkan pejabat tinggi.
Finlandia berada di peringkat ke-dua negara paling bersih dari korupsi, di bawah Denmark menurut global indeks yang dilakukan oleh Transparency International.


VIPBANDARQ







Paus Fransiskus Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seksual

VIPBANDARQ.BIZ Dublin - Korban-korban dari skandal pelecehan seksual oleh oknum pemuka Gereja Katolik mengimbau Paus Fransiskus agar be...

Search This Blog

Pages

Popular Posts